Bagaimana Jika Pesawat Melakukan Penerbangan Saat Cuaca Buruk?

Bagaimana Jika Pesawat Melakukan Penerbangan Saat Cuaca Buruk

Bagaimana Jika Pesawat Melakukan Penerbangan Saat Cuaca Buruk (Terutama Saat Ada Petir) ?

Maskapai, Pesawat, Penumpang, bahkan Traveler pun ingin melakukan penerbangan saat cuaca sedang cerah dan tidak ada gangguan cuaca. Namun, siapa yang dapat menyangka kalau ketika Traveler sedang melakukan penerbangan ternyata cuaca nya sedang tidak mendukung?

Hal Yang Akan Terjadi Apabila Melakukan Penerbangan Saat Cuaca Buruk

Delay

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa hal pertama yang tentu saja akan terjadi adalah pesawat kena delay. Kenapa? Karena pada saat cuaca buruk seperti ketika hujan, pesawat dan kru pesawat memang harus melakukan hal yang cukup memakan waktu sehingga menyebabkan delay seperti pergerakan garbarata, kegiatan menaikkan dan menurunkan bagasi di saat hujanpun  akan memakan waktu yang lebih lama, dan pesawat yang harus melakukan zig-zag demi menghindari awan yang sedang mendung ketika sedang mendarat atau mengudara.

Turbulensi

Bayangkan ketika Traveler sedang menaiki kendaraan darat seperti mobil, bus, motor, dan sebagainya (kecuali kereta, ya). Pasti ketika kendaraan yang sedang Traveler tumpangi itu sedang secara tidak segaja menghantam lubang-lubang kecil di jalan membuat kendaraan jadi sedikit terguncang. Nah, hal serupa ternyata juga terjadi di moda transportasi udara seperti pesawat (Sering disebut dengan Turbulensi). Turbulensi dapat terjadi pada saat pesawat  sedang melalui awan-awan hujan sehingga pesawat mengalami guncangan atau tiba-tiba naik dan turun. Traveler tidak perlu kuatir kalau sedang mengalami hal tersebut karena hal itu cukup normal.

Baca Juga: Tips Saat kamu Terpaksa Harus Menginap di Bandara

Petir

Traveler tidak perlu takut ketika pesawat tersambar petir. Kenapa? Karena pesawat sebenarnya sudah didesain sedemikian rupa supaya dapat tahan menghadapi sambaran petir sehingga si pesawat tidak terbakar walaupun hal tersebut memang jarang terjadi. Kenapa bisa begitu? Karena pesawat  sudah didesain supaya dapat menyerap lebih dari 8 kali energi sambaran petir. Selain itu, bagian sayap dan kabin pesawat juga mampu menahan tekanan yang besar. Nah, tapi jika misalnya Pilot memutuskan untuk melakukan landing setelah terjadi insiden penyambaran pesawat dari petir, itu berarti Pilot sedang melakukan tindakan pencegahan, bukan karena adanya marabahaya.

Landing

Bisa dibilang bahwa landing adalah hal yang cukup menegangkan pada saat melakukan penerbangan. Memang karena melakukan landing itu tingkat kesalahannya bisa jadi cukup tinggi. Dengan melakukan autopilot, pesawat tetap mendarat dengan kondisi visibilitas yang rendah. Dan supaya si pesawat tidak tergelincir, maka jarak landing dan kecepatannya harus disesuaikan.

Yang Harus Traveler Lakukan

Sebenarnya cukup mudah. Traveler tidak perlu tahu dan khawatir akan kondisi yang sedang pesawat Traveler tumpangi karena pilot dan kru pesawat itu sudah melakukan tugasnya dengan baik. Jadi, apabila Traveler sedang di dalam pesawat, baik itu dalam cuaca yang baik atau buruk, yang Traveler cukup lakukan hanyalah mendengarkan musik, membaca buku, atau hanya menumpang tidur sampai pesawat Traveler sudah sampai di bandara tujuan.

Bagaimana ? Masih ada alasan untuk takut naik pesawat ?

Happy Traveling !

Alasan Orang Indonesia Ingin Ke Turki
Perpindahan Terminal AirAsia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta 12 Agustus 2016