Legenda Candi Prambanan yang memikat dengan pesona indah candi yang berdiri kokoh

Candi Prambanan

Legenda Candi Prambanan

Candi Prambanan yang dipercaya merupakan candi yang dibangun pada masa Kerajaan Mataram sebagai peninggalan berharga  dari sejarah budaya agama Hindu pada abad k- 9. Lokasi Candi Prambanan terletak sekitar 17 kilometer dari pusat kota.

Candi Prambanan memiliki ukuran yang lebih tinggi dari Candi Borobudur yang juga merupakan candi peninggalan sejarah yang sudah sangat dikenal dunia. Candi Prambanan berdiri menjulang tinggi ramping dengan 5 meter lebih tinggi dibanding Candi Borobudur.

Candi Prambanan tinggi menjulang sekitar 47 meter dan memiliki 3 candi utama pada halaman utama yang dipercaya sebagai simbol dari Trimurti yang ada dalam kepercayaan agama Hindu. Trimurti tersebut dinamakana; Wisnu, Brahmana dan Siwa yang berada sebagai candi utama yang berada pada bagian tengahnya.

Candi Prambanan dibangun pertama kali sekitar 850 tahun sebelum Masehi yang bertujuan untuk menghormati Dewa Siwa dimana dalam bahasa aslinya disebut sebagai Rumah dewa Siwa.

Pada abad ke-9, candi ini pun sebagian besar ditinggalkan setelah dinasti Mataram memindahkan basis pemerintahan ke Jawa Timur.

Ketika memasuki candi Siwa anda akan menemukan 3 ruangan yang terdapat disana.  Patung Siwa terletak di bagian ruang utama dan ruangan lainnya ditempatkan untuk Durga (yang merupakan istri dari dewa Siwa), Agastya (guru dari Siwa) dan  Ganesha (yang merupakan [putra Siwa). Patung Durga sering dihubungkan dengan Patung sang Putri Cantik dalam Legenda Prambanan yaitu Putri Roro Jonggrang.

Apakah anda tau? Masyarakat Jawa menyimpan kisah tentang legenda Prambanan atau Legenda Roro Jonggrang. 

Sebuah kisah klasik yang menarik, dimana pada jaman dahulu kala adalah seorang putri yang sangat cantik yang bernama Roro Jonggrang yang merupakan putri dari Prabu Baka dari Kerajaan Prambanan.

Akan tetapi Raja Prabu Baka meninggal terbunuh dalam perang dengan Bondowoso yang merupakan seorang kesatria dari Kerajaan Pengging. Bondowoso sangat terkenal akan kekuatannya dan senjata  saktinya. Selain itu dia memiliki pasukan yang berasal dari mahkluk halus.

Roro Jonggrang sangat merasa sedih dengan kematian sang ayah. Bondowoso yang berkuasa saat itu menaruh hati pada sang putri dan ingin menikahinya karena kecantikannya, namun  Putri Roro Jonggrang tidak memiliki rasa cinta sedikutpun kepada Bondowoso lalu ia menolak cinta Bondowoso.

Bondowoso tidak bisa menahan rasa cinta yang mendalam kepada sang putri sehingga ia mendesak ingin menikah dengan Roro Jonggrang . Karena rasa takut Putri  Roro Jonggrang  kepada Bondowoso, akhirnya di menerima keinginan Bondowoso untuk menikah namun dengan satu persyaratan.  Roro Jonggrang meminta Bondowoso untuk membangun 1000 candi untuknya hanya dalam waktu satu malam sebelum ayam berkokok.

Merasa sanggup, akhirnya Bondowoso menerima permintaan sang putri, tentu saja membangun candi dengan bantuan kekuatan mahkluk halus.  Menjelang tengah malam, pekerjaan itupun hampir selesai dan Bondowoso bersama pasukannya sudah menyelesaikan 999 candi.

Roro Jonggrang yang sebenarnya tidak menginginkan menikah dengan Bondowoso pun mulai merasa ketakutan hingga akhirnya dia menemukan jalan keluar. Sang putri bersama dengan beberapa wanita di Istananya bangun tengah malam dan mulai menumbuk padi yang menimbulkan suara berisik seolah-olah pagi sudah tiba. Karena suara bersiik itu, maka ayam pun mulai berkokok.

Mendengar ayam berkokok, para makhluk halus pun merasa ketakutan dan berlari meninggalkan Bondowoso karena mereka mengira pagi sudah tiba.  Bondowoso pun ditinggal sendiri dan menyelesaikan candi yang terakhir dan mulai merasa frustasi tanpa bantuan jin dan mahkluk halus tersebut. Namun, pagi pun benar-benar tiba sebelum Bondowoso menyelesaikan  candi terakhirnya.

Karena merasa tertipu oleh Putri Roro Jonggrang,  dia pun menjadi sangat marah dan kemudian dia mengutuk sang putri dengan berkata  “Saya telah membangun 999 candi, tapi kemudian engkau menipu saya dan sekarang, kau adalah candi yang ke-1000 itu..!”  Dan bersamaan dengan perkataannya tersebut, sang putri pun seketika berubah menjadi patung. Dan demikianlah nama itu sampai sekarang diberi nama Candi Prambanan dengan Putri  Roro Jonggrang sebagai patungnya.

Anda tertarik melihat langsung  Candi Prambanan?  Bagaimana menuju kesana?

Jogyakarta dan Semarang merupakan kota besar paling dekat dengan lokasi Candi Prambanan. Ada banyak maskapai yang terbang ke kota ini, yaitu maskapai: Airasia, Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya, Lion Air.

Dari bandara anda bisa menyewa mobil untuk berangkat menuju kota Klaten, kota yang terdekat ke Prambanan. Dari Klaten anda bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju lokasi candi sembari melihat suasana halaman luas di sekelilingnya. Atau jika anda merasa letih untuk berjalan kaki anda bisa menggunakan transporatasi tradisional yaitu Becak dan cukup membayar Rp 10,000 -Rp 15,000

Anda juga bisa berkunjung ke berbagai tempat wisata menarik lainnya di lokasi ini ataupun di Jogyakarta, seperti Karaton Jogyakarta, anda bisa menyaksikan penampilan langsung tari tradisional, seni dan budaya asli penduduk Jogjakarta. Tentu saja sajian kuliner yang menarik dan lezat akan banyak anda temukan disini.

Tidak hanya itu disini anda juga bisa melihat bagaimana pembuatan batik tradisional dan membeli batik asli yang merupakan peninggalan warisan seni budaya Indonesia yang sudah diakui dunia. Penduduk lokal setempat sangat ramah dan bersahabat, anda akan merasa nyaman dan sangat menikmati suasana tinggal disini.

Rencanakan perjalanan anda sekarang dan terbang sekarang menuju Candi Prambanan  melihat kekayaan arsitektur budaya yang luar biasa

Bagikan ke teman anda.!

Candi Prambanan

Tiket Pesawat Murah – Tigerair (September 2014)
Asakusa – Kuil Tertua di Tokyo Jepang