Memandang Danau Batur, Kaldera Terindah Di Dunia

foto danau batur kintamani

Anda perlu berbangga hati karena wisatawan-wisatawan asing mengakui Danau Batur sebagai kaldera terindah di dunia. Danau yang memiliki luas 16,6 kilometer persegi ini menarik perhatian pengunjung setiap harinya. Warna birunya yang teduh dan pemandangan yang indah tidaklah cukup dinikmati hanya dengan mendengarnya saja. Anda mau tahu mengenai asal usul danau Batur Kintamani Bali dan memandang Danau Batur, Kaldera terindah di dunia dengan segala keindahannya, simak ulasan berikut ini.

Sejarah danau Batur Kintamani Bali

Danau Batur Kintamani adalah danau yang terbentuk dari letusan gunung berapi dan Gunung Batur sendiri masih dalam status gunung aktif. Letusan pertama terjadi sekitar 29.300 tahun yang lalu dengan muntahan 84 kilometer kubik material vulkanik. Letusan ini membentuk kaldera Batur yang pertama. Muntahan itu tersebar hingga ke Ubud dan Denpasar dengan ketebalan 120 meter. Material Vulkanik yang telah membatu setelah melewati beribu-ribu tahun ini pun akhirnya dijadikan bahan bangunan.

Sekitar 9000 tahun kemudian, Gunung Batur lagi-lagi melontarkan material vulkanik dan membentuk kaldera kedua. Jejak letusan kali ini bisa terlihat di kompleks Pura Gunung Kawi yang berjarak 21 km dari Danau Batur. Material ini akhirnya membentuk tebing setinggi 20 meter dan dipahat untuk memuliakan roh leluhur, salah satunya adalah Raja Udayana. Pembangunannya pun dilakukan di abad ke 11.

Letusan-letusan Gunung Batur yang dahsyat ini tidak hanya menciptakan danau yang indah namun mempengaruhi pembentukan Pulau Bali sendiri. Di Pulau Dewata, danau berbentuk bulan sabit ini menjadi daya tarik Danau Batur Kintamani yang tidak pernah sepi pengunjung.

Legenda Danau Batur Kintamani

Bila topologi memiliki teori pembentukan Danau Batur, maka masyarakat Bali memiliki kisahnya sendiri terhadap danau yang terletak di dataran tinggi Bali ini, beginilah ceritanya.

Alkisah sepasang suami istri yang tinggal di Bali telah berumah tangga namun belum dikaruniai anak. Mereka tidak henti-hentinya berdoa hingga Sang Hyang Widi Wasa mengabulkannya. Sang istri pun mengandung dan melahirkan seorang bayi laki-laki, Kebo Iwa. Kebo Iwa lahir dengan nafsu makan yang besar. Pada saat dia masih bayi pun, porsi makanannya setara dengan sepuluh orang dewasa dan porsinya bertambah banyak semakin dia bertumbuh. Orang tuanya pun kewalahan memenuhi kebutuhannya.

Setelah Kebo Iwa bertambah besar, dia pun memenuhi kebutuhannya dengan membantu penduduk desa. Dia bersedia membuat sumur, memindahkan rumah, meratakan tanah berbukit, mengangkut bebatuan yang besar atau membendung sungai. Dia melakukannya dengan mudah dan cepat. Imbalannya hanya satu, penduduk desa yang kebanyakan petani ini memberi dia makan, jika tidak, dia akan merusak rumah mereka.

Penduduk desa biasanya senang bergotong royong untuk memberi dia makan, tetapi ketika musim paceklik tiba, mereka berubah cemas. Akhirnya mereka pun memikirkan sebuah rencana. Warga desa pun membagi diri menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengumpulkan makanan sementara kelompok kedua mengumpulkan batu-batu kapur. Lalu kepala desa menghadap Kebo Iwa. Sang kepala desa meminta Kebo Iwa untuk membuatkan sumur yang sangat besar untuk mengairi sawah di desa tersebut. Kebo Iwa yang melihat banyaknya jumlah makanan pun menyetujui rencana kepala desa.

Kebo Iwa pun bekerja keras menggali tanah. Sementara itu warga desa mengumpulkan batu-batu kapur di dekat tanah dia menggali. Kebo Iwa bertanya-tanya alasan mereka mengumpulkan batu sebanyak itu. Namun warga desa berbohong dan berkata mau mendirikan rumah buat Kebo Iwa. Kebo Iwa yang kesenangan pun bekerja semakin keras dan air mulai memancar keluar dari tanah dan menciptakan kolam yang sangat besar. Dia pun terhenti ketika dia merasa lelah dan kelaparan. Warga desa pun memberi dia makan hingga dia kekenyangan dan tertidur.

Setelah mendapati Kebo Iwa tertidur, Kepala Desa memerintah warga untuk melempar batu kapur ke dalam lubang galian. Semakin dilempar, air yang memancar pun semakin banyak sampai hidung Kebo Iwa tersumbat. Meskipun tenaganya sangat kuat, Kebo Iwa tidak berhasil bangun dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Air yang terus meluap itu akhirnya membanjiri Desa Kebo Iwa dan sekitarnya. Danau yang bernama Danau Batur ini pun tercipta.  Anda bisa mempercayai sejarah ataupun legenda bagaimana keindahan Danau Batur Kintamani ini tercipta. Namun daya tarik Danau Batur Kintamani tak akan hilang.

Objek wisata danau batur kintamani

Selain bisa menikmati memandang Danau Batur, Kaldera terindah di dunia ini, di Danau Batur Kintamani ini, Anda bisa naik perahu, menikmati pemandangan perpohonan yang hijau sambil merasakan udaranya yang sejuk. Harga sewa perahu adalah sekitar Rp 500.000 per perahu yang memuat 10 orang. Berjalan kaki atau sepedaan juga menyenangkan. Buat Anda yang ingin mendapat pemandangan danau ini secara menyeluruh, Anda perlu ke Desa Penelokan terlebih dahulu.

Bagi Anda yang ingin merasakan nikmatnya pemandian air panas, Anda bisa ke Toya Bungkah yang terletak di sebelah Danau Batur di Kintamani. Suhu air di pemandian adalah 37-40 derajat celcius. Air panas ini langsung bersumber dari gunung tanpa pengolahan. Bagi Anda yang memiliki masalah kulit, memar, rematik atau sekedar relaksasi, Anda perlu mencoba pemandian yang satu ini. Tiket masuknya adalah Rp 60.000 /dewasa dan Rp 40.000 / anak-anak.

Fasilitas Danau Batur Kintamani

Fasilitas di Danau Batur Kintamani sudah sangat lengkap karena tempat ini sudah merupakan objek wisata terkenal. Anda bisa menemukan berbagai hotel di Danau Batur Kintamani. Ada juga rumah tinggal yang membuka pintu untuk disewakan. Yang paling penting Anda sudah menghubungi mereka jauh-jauh hari untuk menghindar dari biaya mahal. Bagi Anda yang enggak bisa menahan lapar, jangan khawatir, Anda bisa makan di warung dekat pasar Kintamani hingga buffet di restoran mewah.

Bila Anda ingin membawa pulang buah tangan khas wisata Danau Batur Kintamani, kami menyarankan membeli jeruk. Anda juga bisa membeli berbagai hasil panen seperti sayuran, bibit bunga dan juga anjing Kintamani yang khas. Sebagai informasi, kalau Anda tidak terlalu suka tawar menawar atau tidak terlalu ingin membeli sesuatu, Anda perlu segera mengabaikan penjual karena mereka cukup giat memasarkannya hingga Anda kewalahan.

Rute pantai Danau Batur Kintamani

Lokasi Danau Batur Kintamani terletak di Kecamatan Kintamani. Anda bisa mengikuti tur jika Anda ingin berwisata di Danau Batur Kintamani demi kepraktisan. Jika Anda suka menyetir, dari Denpasar Anda membutuhkan waktu 1.5 jam perjalanan. Sementara dari sisi utara danau Batur, Anda bisa berangkat dari Singaraja dan menempuh 58 kilometer atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Rute ke danau ini cukup berkelok-kelok, banyak tanjakan dan sangat ramai pada musim liburan. Tiket masuk Danau Batur Kintamani adalah Rp 15.000. Harga tiket ini sudah termasuk tiket memasuki kawasan Kintamani yang terkenal.

Bagi Anda yang berasal dari luar kota, Anda dapat melakukan perjalanan hemat dengan berbagai penawaran tiket pesawat promo dan murah dari maskapai maupun agen perjalanan terpercaya seperti Airpaz. Ada banyak maskapai pilihan yang bisa Anda gunakan untuk melakukan perjalanan tujuan Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar Bali seperti; Airasia, Lion Air, Citilink, Sriwijaya Air, Batik Air, Garuda Indonesia dan lain-lain.

Wisata Danau Batur Kintamani ini asyik sekali ya. Berlibur dan menikmati memandang Danau Batur, Kaldera Terindah di dunia ini tentunya akan menjadi cerita perjalanan yang sangat menarik bagi Anda dan keluarga. Yuk, rencanakan liburan menyenangkan ke Danau Batur Kintamani sekarang. Jangan lupa mencari, menemukan dan memesan tiket murah di Airpaz untuk perjalanan lebih hemat. Happy Traveling! (Juliany/rc)

Pesona Alam Hidden Canyon Beji Guwang Bali
Asyiknya Wisata Bahari Di Pantai Tanjung Benoa