Menikmati Birunya Samudera di Pantai Wonogoro Malang

gambar pantai wonogoro

Malang merupakan tempat wisata yang asyik dimana Anda bisa menikmati suasana sejuk di tengaj keindahan alam sembari menyantap kulinernya yang lezat. Malang memiliki banyak Pantai,  Anda akan menemui pantai Ngeliyep, pantai Balekambang, pantai Bajulmati, pantai Goa Cina dan pantai Sendang Biru yang sudah terkenal.

Bila Anda ingin pantai yang sedikit ekslusif dan masih belum banyak dikunjungi wisatawan; Pantai Wonogoro dengan pasir putihnya bisa menjadi pilihan. Dusun Sukorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Gedangan adalah lokasi pantai Wonogoro ini berada. Ingin tau lebih lagi keindahan birunya Samudera di Pantai Wonogoro Malang? Yuk simak disini.

Mengenal Keindahan dan Keunikan Pantai Wonogoro

Pantai Wonogoro Gedangan Malang ini memiliki gelombang ombak yang cukup besar. Anda tidak disarankan untuk berenang. Pantai yang diapit dua bukit kecil ini memiliki pepohonan yang tumbuh lebat di pinggir pantai yang bisa Anda jadikan tempat bersantai menikmati keindahan pantai tanpa tersengat panasnya matahari. Memandang birunya samudera dan mendengar suara deburan ombak, akan menjadi terapi tersendiri mengobati kelelahan dan letih Anda.

Bermain di pasir pantai bersama Anak akan membuat suasana liburan keluarga Anda lebih menyenangkan. Jika Anda datang sendirian, Anda dapat berjalan atau jogging menelusuri pantai sepanjang 1 kilometer. Pasir berwarna putih dan bersih ini akan terlihat berkilau bila terpapar sinar matahari membuat Anda bagai berjalan di atas kilauan permata.

Anda juga bisa menikmati pemandangan batu karang memanjang yang menahan deburan ombak laut selatan di tepi pantai. Di sisi Timur pantai, Anda akan menemukan sungai kecil yang bermuara di ujung timur pantai Wonogoro. Bagi Anda yang hobi memancing, Pantai Wonogoro di Malang ini juga merupakan tempat favorit untuk memancing ikan loh. Keindahan pemandangan laut lepas khas pantai Selatan yang layak diabadikan dan aktifitas-aktifitas yang membuat kita relaksasi adalah keunggulan pantai Wonogoro yang bisa Anda nikmati.

Fasilitas Pantai Wonogoro Malang sangatlah minim. Anda jarang menemui warung-warung yang menjual makanan atau minuman pemuas dahaga. Bagi Anda yang ingin berwisata ke tempat ini, Anda perlu siap-siap membawa bekal. Anda juga tidak akan menemukan penginapan di Pantai Wonogoro.  Aktifitas camping pun jarang dilakukan di tempat ini. Biasanya para wisatawan tiba di pantai Wonogoro di pagi hari dan pulang ketika menjelang malam. Kadang wisatawan juga mampir di Pantai Nganteb dan pantai Taman Ayu yang masih satu garis pantai dengan Pantai Wonogoro.

Jalan menuju Pantai Wonogoro

Saat ini Anda tidak akan menemukan angkutan umum dengan rute ke pantai Wonogoro. Anda memerlukan waktu paling sedikit 1 jam 30 menit dari Kota Malang ke Pantai Wonogoro Malang. Cara ke Pantai Wonogoro adalah dengan menaiki kendaraan pribadi seperti mobil atau motor yang bukan matic. Anda berangkat dari kota malang ke Pantai Balekambangan kecamatan Bantur. Anda akan menemui perempatan Jalan Lintas Selatan. Bila Anda ingin ke Pantai Wonogoro, ambillah belokan ke kiri karena belokan ke kanan menuju pantai Kondang Merak. Papan petunjuk sangat jelas Pantai Balekambangan sehingga Anda tidak akan kesulitan mengikuti jalan.

Setelah Anda berjalan ke arah Pantai Wonogoro, Anda masih perlu menempuh 2.5 kilometer di atas jalan Makadam yang cukup terjal dengan kontur naik turun. Anda perlu berhati-hati saat melaluinya terutama di musim hujan ketika jalanan licin dan berlumpur. Di dalam perjalanan Anda akan melewati sebuah jembatan Sungai Kalibarek yang bagus sebagai lokasi berfoto ria.

Setelah melewati jembatan Sungai Kaliberek, lagi-lagi Anda akan menemui perempatan dengan papan petunjuk yang cukup jelas. Bila Anda berbelok ke kanan, Anda akan tiba di Pantai Wonogoro sementara belokan ke timur akan menuju Pantai Nganteb. Di perempatan ini, jalanan sudah beraspal. Anda akan melihat pertambangan pasir besi yang dibatasi pagar tembok. Anda cukup mengikuti pagar tersebut hingga tiba di Pantai Wonogoro. Anda tidak perlu menyiapkan uang untuk membayar harga tiket masuk Pantai Wonogoro karena gratis. Jika Anda diminta pembayaran, biasanya orang-orang sekitar lagi meminta uang parkiran yang berkisar Rp 5.000 – Rp 10.000.

Oh ya, bagi Anda yang berasal dari luar kota, Anda dapat menggunakan transportasi udara menuju Bandara Abdul Rachman Saleh Malang dengan menggunakan maskapai seperti Lion Air, Sriwijaya Air, Citilink dan lain-lain. Untuk biaya lebih hemat, Anda dapat menggunakan promo tiket pesawat di agen perjalanan terpercaya Anda boleh cek harga tiket pesawat di Airpaz.com.

Warga Dusun Sukorejo sangat menjaga dan mencintai Pantai Wonogoro kecamatan Gedangan ini. Di dekat pantai ini, sebuah pertambangan pasir besir berdiri di sini. Area ini ditutup dengan dinding bambu hingga hampir tepi pantai. Bahkan Anda bisa melihat papan pengumuman yang berisikan larangan memasuki area pertambangan. Keberadaan perusahaan ini ditolak mentah-mentah oleh masyarakat karena khawatir aktifitas pertambangan bisa merusak ekosistem Pantai Wonogoro. Selain itu, penduduk di sana tidak menerima keuntungan dari keberadaan tambang tersebut.

Tentunya ketika Anda berkunjung untuk menikmati keindahan dan  birunya samudera di Pantai Wonogoro Malang, jangan sampai lupa untuk turut menjaga ekosistem pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan.  Dengan keindahan Pantai yang tetap terjaga, pengunjung pun akan semakin berdatangan dan ekonomi warga lokal pun bisa mengalami kemajuan.

Bagi Anda yang berpikir untuk mengunjungi Pantai dengan menggunakan kendaraan roda dua, Anda perlu memilih musim kemarau untuk melakukan perjalanan ke Pantai Wonogoro. Jangan lupa membawa bekal karena sulitnya akses mencari makanan di pantai berpasir putih ini.

Rencanakan perjalanan Anda bersama teman dan keluarga menikmati keindahan dan pesona birunya samudera di Pantai Wonogoro Malang. Selain Pantai Wonogoro, Anda juga bisa mengunjungi banyak Pantai lainnya loh, seperti Pantai Nganteb dan pantai Taman Ayu yang berdekatan. Happy Traveling! (jw/rc)

Wisata Alam ke Dander Bojonegoro
Simpang Lima Gumul, Wisata Sejarah dari Kediri