Prosedur Keselamatan Pada Saat Berada di Pesawat

safety procedure copy

Jika Travelers ingin melakukan suatu perjalanan/liburan yang cukup jauh, ada beberapa moda transportasi yang bisa di pilih, mulai dari transportasi darat, laut, ataupun udara. Banyak yang lebih memilih menggunakan transportasi udara seperti pesawat, karena mempertimbangkan waktu dan rasa lelah yang harus ditebus selama perjalanan dibanding dengan moda transportasi lain. Nah pada tiap moda transportasi pasti memiliki prosedur keamanan sendiri, kali ini yang akan dibahas adalah bagaimana sih prosedur keselamatan penumpang agar penerbangan bisa lebih aman? Baca ke bawah terus yah !

Jalur, Pintu Evakuasi, dan Rakit Keselamatan

Ketika pesawat akan melakukan take-off, Pramugara/I akan meminta Traveler melakukan beberapa hal sebagai mekanisme penyelamatan atau evakuasi. Yang pertama adalah untuk menaruh barang bawaan Traveler ke atas ruang penyimpanan atau di depan kursi Traveler. Kedua adalah menegakkan kursi Traveler. Dan yang ketiga adalah menonaktifkan gadget atau alat elektronik Traveler.

Kartu keselamatan (safety Information Card)

Namun kalau Traveler melewatkan simulasi penyelamatan yang telah diperagakan oleh Pramugara/I, atau ternyata Traveler telah lupa dan kurang paham akan informasi yang telah disampaikan oleh para Pramugara/I, Traveler bisa membaca Kartu Keselamatan yang sudah disediakan depan kursi dan siap untuk dibaca ketika diperlukan selama berada di dalam pesawat.

Tapi kalau penerbangan Traveler tiba-tiba mengalami saat darurat, Traveler harus mengetahui beberapa prosedur ini:

Sabuk Pengaman (Safety Belt)

Hal pertama yang harus Traveler benar-benar simak adalah mengenai Sabuk Pengaman atau yang biasa dikenal dengan Safety Belt. Traveler harus selalu mengenakan sabuk ini ketika duduk di kursi terutama pada saat lampu penanda penggunaan safety belt menyala. Namun apabila Traveler agak kesulitan ketika sedang memakai safety belt, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada pramugara/i yang sedang bertugas. Pramugara/i akan memeriksa safety belt Traveler pada saat take-off dan landing.

Baca Juga: Karakter Temen Traveler Saat Berpetualang, Mana Yang Bikin Kamu Kesal?

Masker Oksigen (Oxygen Mask)

Yang kedua adalah masker Oksigen. Masker ini dipakai pada saat tekanan udara pada kabin (cabin altitude) telah melebihi batas yang telah ditentukan atau pada saat tekanan udaranya tiba-tiba menghilang alias mengalami dekompasi (decompression). Pada saat kejadian inilah , masker secara otomatis akan keluar dan Traveler harus segera memakai masker tersebut dalam jangka waktu kurang dari 15 detik, dan jangan lupa untuk tetap tenang.

Utamakan diri sendiri memakai masker itu dulu sebelum membantu orang lain memakai masker, karena Traveler tidak dapat membantu orang lain kalau Traveler tidak sedang dalam keadaan aman.

Baju Pelampung (Life Vest)

Baju Pelampung dapat dan harus dipakai pada saat pesawat melakukan pendaratan darurat di laut. Pada saat darurat seperti ini seluruh penumpang harus dievakuasi. Letaknya pelampung ini ada di bawah kursi masing-masing penumpang. Ketika Traveler sampai di kursi Traveler, segeralah memeriksa keberadaan pelampung di bawah kursi Traveler. Jika Traveler tidak mnemenukan pelampung, Traveler harus segera melaporkan ke Pramugara/i.

Traveler harus memakai pelampung ini ketika lampu indikator menyala yang menandakan bahwa pesawat telah terendam air. Namun Tarveler harus mengelembungkan pelampung ketika sudah berada di dekat pintu keluar atau pintu darurat.

Jadi, demikianlah beberapa prosedur keselamatan yang harus Traveler ketahui dan pahami ketika berada di dalam pesawat, jangan lupa untuk selalu mematuhi peraturan keselamatan di dalam pesawat ya !

Nah, kemana rencana perjalanan traveler kali ini? buat perjalanan kamu makin  hemat dengan pilihan promo tiket pesawat  murah dari berbagai maskapai di Promo Hari Ini dari Airpaz.

Happy Traveling..!

Jetstar Weekend Fare Frenzy di Airpaz hingga 14 Agustus 2016
Promo Bebas Merdeka dari AirAsia hingga 21 Agustus 2016