Pura Tirta Empul, Sebuah Warisan Budaya Nasional

gambar pura tirta empul

Sebuah kompleks pura berdiri dengan megah di Bali bagian tengah. Lokasinya berada dekat dengan Istana kepresidenan yang dibangun pada zaman Presiden Soekarno, yaitu Istana Tampaksiring. Kalau Anda sering ke Pulau Dewata namun tidak pernah mengunjungi pura ini, berarti Anda melewatkan salah satu wisata budaya yang penting yang bisa Anda temukan di Bali. Mari kita menilik Pura Tirta Empul, sebuah warisan budaya nasional di Indonesia.

Sejarah Pura Tirta Empul Tampak Siring

Wisata Pura Tirta Empul adalah sebuah kompleks tempat ibadah dan juga sumber mata air suci yang terletak di Desa Manukaya Bali. Tirta Empul memiliki makna mata air suci. Nama ini merujuk pada nama mata air yang terletak di dalam pura. Mata air ini digunakan untuk penyucian diri, kolam dan juga tempat dimana ada ikan koi. Dari sumber ini, air pun mengalir ke sungai Tukad Pakerisan.

Pura ini dibangun pada tahun 962 pada masa dinasti Warmadewa yang berkuasa di abad 10 – 14. Pura ini dibangun pada dasarnya adalah untuk dedikasi kepada Dewa Wisnu, salah seorang dewa tinggi bagi umat Hindu. Di dalam pura ini Anda bisa melihat banyak relics yang mengisahkan legenda dan mitos petarungan antara baik dan jahat.

Bagian-bagian Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul terbagi menjadi 3 bagian, yaitu; Jaba Pura “Candi Bentar” (pelataran depan), Jaba Tengah (halaman tengah) dan Jeroan (bagian dalam). Pada saat Anda menjejakkan kaki di Pura Tirta Empul, Anda akan menemukan taman dengan patung serta tanaman tropis di sisi kiri dan kanan jalan yang mengarah ke pintu masuk. Setelah Anda melewatinya, Anda akan diperhadapkan pada sebuah halaman yang sangat luas yaitu Jaba Tengah.

Jaba Tengah yang merupakan halaman berdinding sering disebut Madya Mandala. Tempat inilah yang menampilkan keindahan Pura Tirta Empul di Bali. Anda akan menemukan dua kolam kecil dan sebuah kolam besar. Kolam besar yang berbentuk persegi panjang terbuat dari batu adalah atraksi utama Pura Tirta Empul. Kolam ini juga memiliki 13 pancuran yang dipahat sepanjang Barat ke Timur. Masing-masing memiliki nama seperti Pengelukatan, Pebersihan, Sudmala dan Pancuran Cetik.

Dalam kegiataan keagamaannya, umat Hindu biasa akan membuat persembahan terlebih dahulu di kuil. Setelah itu mereka akan memasuki kolam dengan air sejernih kristal dan dingin. Dengan kedua telapak tangan saling bertemu, mereka akan mandi dan sembahyang dari pancuran yang pertama hingga ke pancuran ke sebelas. Dua pancuran terakhir digunakan untuk keperluan pemurnian pada upcara pemakaman umat Hindu. Wisatawan sering membawa pulang air suci ini dalam bentuk botol untuk dibawa pulang.

Selain itu Anda juga akan menemukan ruang pertemuan atau Wantilan di sisi kanannya tempat Anda bisa beristirahat. Pada Pura Tirta Empul ini juga Anda akan menemukan kuil-kuil untuk Shiva, Wishnu, Brahma, Gunung Batur dan Indra.

Legenda Pura Tirta Empul

Tempat wisata di Bali Pura Tirta Empul memiliki kisah. Mayadenawa musuh dewa Indra senang melakukan taktik petak umpet. Dia berhasil melarikan diri dari pasukan dewa Indra berkali-kali pada Pulau Bali; dari sungai Petanu ke Pakerisan hingga ke Tampak Siring. Di Tampak Siring lah, raja yang melarikan ini meninggalkan jejak. Dia juga mengeluarkan sihir yang meracuni sungai tempat pasukan dewa Indra yang kelelahan dan melepas dahaga disana.

Dewa Indra yang melihat kejatuhan pasukannya satu per satu akhirnya menusukkan tongkatnya ke tanah sehingga tanah tersebut pun disucikan dari racun. Alhasil, para pasukannya pun sembuh dan beberapa di antaranya hidup kembali. Legenda inilah yang menjadi latar dari Tirta Empul dan perayaan Galungan serta Kuningan umat Hindu di Bali. Atas dasar cerita ini jugalah, fungsi Pura Tirta Empul menjadi tempat untuk kesembuhan dan sembahyang oleh umat Hindu.

Objek Wisata Pura Tirta Empul

Seperti layaknya pura-pura di Bali, Anda perlu mengenakan pakaian yang pantas untuk memasuki Pura Tirta Empul Tampak Siring. Anda bisa mengenakan pakaian tradisional versi sederhana dari penduduk Bali, Kamen. Kamen ini membungkus bagian bawah tubuh dan dipadukan dengan ikat pinggang yang cantik. Wanita yang sedang menstruasi tidak diperbolehkan untuk memasuki tempat ibadah termasuk Pura Tirta Empul.  Jadi kalau Anda tertarik untuk melihat perayaan atau atraksi, Anda hanya bisa melakukan dari jarak jauh.

Upacara penyucian lewat mandi di kolam memang sangat menarik, sayangnya kegiatan ini hanya berlaku untuk umat beragama Hindu saja. Namun Anda bisa berkonsultasi dengan guide untuk menanyakan informasi detilnya. Di depan kompleks pura ini Anda akan menemukan area parkir. Pada sisi timurnya Anda bisa melihat banyak toko-toko yang menjual oleh-oleh untuk dibawa pulang. Bagi Anda yang lapar, Anda bisa mencicipi masakan lokal di warung di sekitarnya.

Jam buka Pura Tirta Empul adalah pukul 09.00 – 17.00 dengan harga tiket Rp 15.000 / orang dewasa. Bagi Anda yang membawa kendaraan, letak Pura Tirta Empul ada di jalan Tirta, Manukaya, Tampak Siring, Gianyar. Bila Anda berangkat dari Kuta, Anda membutuhkan waktu sekitar 1 jam 40 menit sejauh 55 kilomenter. Anda juga bisa naik kendaraan umum dari Ubud.

Ayo kunjungi obyek wisata Pura Tirta Empul dan cobalah menikmati serunya berwisata sejarah dan budaya di Pura Tirta Empul, Sebuah Warisan Budaya Nasional yang ada di Indonesia.

Bagi Anda yang berasal dari luar kota, jangan khawatir, karena ada banyak maskapai yang berangkat untuk tujuan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali yang bisa Anda pilih sesuai dengan kenyamanan Anda. Untuk mendapatkan tiket pesawat sesuai budget, Anda bisa memanfaatkan beragam promo tiket pesawat dari maskapai maupun agen perjalanan terpercaya seperti Airpaz.com.

Oh ya, Anda juga bisa memanfaatkan fitur “Pengingat Harga” di Airpaz yang akan membantu Anda untuk mendapatkan tiket pesawat persis sesuai dengan harga yang Anda inginkan. Nah, mudah bukan? Tunggu apa lagi, ajak teman dan keluarga Anda menikmati sejuta wisata Indonesia di Pulau Bali dan tentunya salah satunya adalah Pura Tirta Empul Bali Indonesia! Happy Traveling!  (Juliany/rc)

Pura Petitenget Seminyak, Tempat Wisata Menarik di Bali
10 Urutan Negara Yang Dapat Gelar “Paspor Sakti” di Tahun 2017. Adakah Indonesia Salah Satunya?