Candi Penataran: Keajaiban Warisan Kediri yang Memukau!

gambar candi penataran

Kentalnya pengaruh Hindu-Budha yang masuk ke nusantara sejak awal masehi membuat Indonesia dikelilingi banyak candi, salah satunya adalah Candi Penataran. Candi ini hanyalah satu dari sekian banyak situs candi di Jawa Timur.

Candi Penataran merupakan candi peninggalan Kerajaan Kediri yang berlatar belakang Hindu (Siwaitis). Termasuk kompleks candi terluas dan termegah di Jawa Timur, ada banyak tempat menarik yang bisa kamu eksplor saat menyusuri Candi Penataran.

Di manakah Letak Candi Penataran?

Candi bernama asli Candi Palah ini berlokasi di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Lebih detailnya, kamu bisa menemukan candi ini di lereng barat daya Gunung Kelud pada ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. 

Jadi jangan heran kalau bangunan candi ini terletak di lereng gunung, sebab memang lokasi candi dulunya berfungsi sebagai tempat upacara pemujaan agar terhindar dari bahaya Gunung Kelud.

Sejarah Candi Penataran

Seperti penjelasan sebelumya, candi ini dulunya bernama Candi Palah. Klaim ini diperkuat dengan narasi yang terdapat pada Prasasti Palah. Candi Penataran sendiri dibangun pada masa Kerajaan Kediri, Raja Srengga di tahun 1200 Masehi.

Di samping itu, disebutkan pula dalam kitab Negarakertagama kalau Raja Hayam Wuruk pun juga sempat singgah di Candi Penataran dalam perjalanannya mengarungi Jawa Timur.

Baca Juga : Belajar Sejarah di Candi Peninggalan Kerajaan Singosari

Kompleks Bangunan Candi Penataran

Candi Penataran - Komplek candi

Meski dari luar terlihat agak kecil, namun nyatanya kompleks bangunan Candi Penataran sangatlah luas, lho. Luas kompleks Candi Penataran hampir menyentuh 13.000 meter. 

Dengan kata lain, luas tersebut setara dengan satu lapangan sepak bola. Kalau berkunjung ke sini, sepertinya kamu perlu menyiapkan energi lebih dan wajib banget bawa minum. 

Saking luasnya, Candi Penataran terbagi menjadi tiga bagian, yakni halaman depan, tengah dan belakang, yang kemudian dipisahkan oleh dua dinding.Kamu akan menemui struktur bangunan yang cukup unik dan cenderung tidak simetris. 

Nah, hal tersebut merupakan bukti bahwa pengerjaan kompleks Candi Penataran dilakukan dalam beberapa periode. Buat lebih jelasnya, yuk simak detail dari kompleks Candi Penataran berikut ini.

1. Halaman Depan

halaman depan candi penataran
sumber: jawapos.com

Di halaman depan, kamu akan melihat dua Arca Dwarapala yang mengapit pintu gerbang. Arca tersebut memang penjaga pintu berangka tahun 1242 Saka atau 1329 Masehi. Di halaman ini juga ada beberapa bangunan, seperti pendopo teras, Bale Agung, dan Candi Candra Sengkala.

Bale Agung termasuk salah satu bangunan penting, sebab dulunya pendeta menggunakan tempat ini untuk berunding. Bangunan ini berbentuk layaknya panggung persegi panjang. Seluruh bangunan Bale Agung terbuat dari batu dan dinding polos lengkap dengan empat buah tangga. 

Tak jauh dari Bale Agung, kamu akan menemukan pendopo teras. Bangunan berbentuk empat persegi panjang ini berada tepat di sebelah tenggara Bale Agung. Fungsi dari pendopo teras berkaitan dengan kegiatan keagamaan, yakni sebagai tempat meletakkan sesaji.

Kalau kamu melihat lebih dekat lagi, terdapat pahatan relief pada dinding pendopo teras. Nah, relief-relief tersebut bukannya tanpa arti. Berbagai kisah menarik tercermin dari tiap-tiap relief, misalnya ada cerita Sang Satyawan dan Sri Tanjung.

Bagian terakhir dari halaman depan yakni Candi Candra Sengkala. Warga Jawa Timur biasa menyebut candi ini dengan nama Candi Brawijaya. Selain itu, ada juga yang menyebutnya sebagai Candi Ganesha sebab kamu akan menjumpai arca Ganesha di dalam biliknya.

Candi berangka tahun 1291 Saka ini bertempat di sebelah tenggara pendopo teras. Lalu, di sebelah kirinya terdapat arca wanita yang disinyalir merupakan perwujudan Gayatri Rajapatni.

2. Halaman Tengah

halaman tengah candi penataran

Selanjutnya, kamu akan memasuki bagian kedua dari kompleks Candi Penataran yaitu halaman tengah. Sesampainya di sini, kamu akan langsung disambut oleh dua buah arca Dwarapala dengan ukuran yang relatif kecil daripada di pintu masuk candi. Di samping itu, terdapat juga Candi Naga dan pondasi bata yang dibagi jadi dua bagian lalu dipisahkan oleh tembok bata.

3. Halaman Belakang

halaman belakang candi penataran

Terakhir, kamu sampai pada tempat yang dipercaya paling sakral, yakni halaman belakang. Di sini, kamu akan mendapati bangunan candi utama dan Prasasti Palah. Candi utama terbagi jadi tiga teras yang tersusun dengan tinggi 7,19 meter. 

Di samping itu, ada dua arca Mahakala yang terletak di masing-masing sisi tangga. Pada teras pertama, terdapat relief Cerita Ramayana di sekeliling dinding candi.

Ternyata, Candi Penataran punya cukup banyak spot-spot dengan nilai sejarah yang kental. Kamu tak perlu merogoh kocek dalam-dalam jika ingin ke Candi Penataran. Cukup dengan membayar Rp.3.000, kamu sudah bisa menikmati situs bersejarah yang satu ini. Sangat murah meriah, bukan? 

Sebagai tambahan informasi, Candi Penataran tak hanya berisi bangunan candi, lho. Di dalamnya juga terdapat fasilitas lain yang bisa menunjang perjalananmu selama berada di situs candi. Ada mushola, ruang tunggu, toilet umum, bangku, tempat parkir, pusat kuliner, dan tempat oleh-oleh khas Blitar. 

Akses ke Candi Penataran pun terbilang cukup mudah. Kalau kamu berdomisili di Jawa Timur atau Blitar, kamu bisa menjadikan Makam Bung Karno sebagai patokan lokasi. Dari situ, kamu tinggal ikuti jalan utama hingga akhirnya sampai di Candi Penataran. 

Lain halnya jika kamu berada di luar kedua lokasi tadi. Kamu dapat memanfaatkan pesawat dengan tujuan Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang. Tinggal pilih maskapai yang ingin kamu gunakan, ada Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Citilink, dan lain sebagainya. Lebih hemat lagi kalau kamu membeli tiket pesawat dengan harga promo dari Airpaz.com. Bagaimana, tertarik untuk menyambangi Candi Penataran?

Tiket-pesawat
Share with us