Masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) kembali melanda beberapa wilayah di Indonesia, meliputi Kalimantan dan Sumatera. Kondisi ini tentu saja menimbulkan bencana Kabut Asap yang membuat udara tercemar dan pernapasan terganggu.

Kabut Asap di Sumatera dan Kalimantan

Kabut Asap

Kebakaran hutan sebenarnya terjadi hampir setiap musim kemarau, dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Tercatat karhutla terbesar terjadi sekitar tahun 1997 dan terjadi di wilayah Riau dan Kalimantan. Dampaknya sangat parah baik bagi kesehatan manusia maupun lingkungan hidup. Kurang lebih sekitar 20 juta orang Indonesia saat itu terkena polusi udara dan air, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Asap gelap mengakibatkan masyarakat harus di rawat di rumah sakit. Bahkan, distribusi makanan dan suplai keperluan lainnya untuk daerah pedalaman menjadi terhenti, sehingga banyak warga yang meninggal. Tidak hanya polusi udara yang mengganggu pernapasan, kabut asap juga menghambat jarak pandang. Salah satu dampak fatal lainnya yaitu jatuhnya pesawat Garuda jenis Airbus 300 di wilayah kecamatan Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara pada 26 September 1997.

Baca Juga: Tips Memilih Maskapai untuk Penerbangan Panjang

Himbauan Untuk Pihak Terkait

Himbauan

Belajar dari sejarah, Kementrian Perhubungan menghimbau perusahaan maskapai penerbangan untuk menunda jadwal terbang terkait dengan bencana Kabut Asap Sumatera dan Kalimantan 2019. Tentu saja himbauan ini diberikan demi menjaga keselamatan para awak dan penumpang. Jarak pandang yang sangat rendah, sangat menyulitkan pesawat untuk mendarat. Maka, untuk pesawat yang sudah terlanjur terbang, harus kembali ke bandara asal (return to base).

Masyarakat pengguna jasa transportasi udara dan laut juga diminta bersabar. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan oleh pihak bandara maupun maskapai yaitu penundaan, pembatalan dan perubahan rute penerbangan. Himbauan ini dikuatkan dengan dikeluarkannya Surat Edaran oleh Dirjen Perhubungan Udara, yaitu SE 15 Tahun 2019 tentang pelaksanaan pada keadaan kahar (Force Majure).

Adakah Ganti Rugi?

Asap

Kabut Asap Sumatera dan Kalimantan 2019 yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan telah membuat sejumlah penerbangan harus mengalami keterlambatan hingga pembatalan. Meskipun begitu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyatakan bahwa tidak ada ganti rugi kepada masyarakat sebab hambatan penerbangan yang muncul berasal dari alam bukan kesalahan pihak maskapai.

Meskipun begitu, ada beberapa maskapai penerbangan yang menawarkan 3 opsi kepada calon penumpang yang penerbangannya terdampak oleh kabut asap, yaitu:

Penjadwalan ulang (reschedule)

Jika memungkinkan untuk mengubah waktu keberangkatan, maka calon penumpang dapat berkomunikasi dengan pihak maskapai untuk penjadwalan ulang.

Pengalihan rute (reroute)

Para penumpang yang sudah terlanjur booking tiket pesawat, diarahkan untuk mengampil penerbangan dari kota lain yang dampak resiko kabut asapnya lebih rendah atau tidak ada sama sekali.

Pengembalian dana (refund)

Khusus opsi yang ketiga ini, ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Tentunya para calon penumpang harus berkoordinasi dengan pihak maskapai bagaimana prosedur untuk mendapatkan ganti rugi berupa pengembalian dana untuk tiket pesawat yang sudah terbeli.

Baca Juga: Gunung Bromo Erupsi, Ketahui Dampaknya Bagi Aktivitas Penerbangan!

Maskapai yang memberikan 3 penawaran berikut di antaranya Garuda Indonesia, Citilink dan Lion Air. Ada beberapa penerbangan yang dijadwalkan ulang, dialihkan rutenya dan dibatalkan. Jadi, jika kamu sudah memperoleh tiket untuk maskapai-maskapai tersebut, segera hubungi pihak manajemen untuk memproses tindakan selanjutnya, baik untuk reschedule, reroute maupun refund.

Apakah kamu membeli tiket lewat agen perjalanan? Jika ya, maka kamu harus menghubungi pihak tersebut. Pastikan kamu memesan tiket penerbangan lewat Airpaz.com. Kamu bisa memanfaatkan Bantuan Pelanggan untuk memperoleh informasi mengenai penerbangan yang telah kamu pesan, jadi kamu tidak perlu repot untuk bertanya kesana kemari.

tiket-pesawat-promo-hari-ini