gambar museum trowulan

Indonesia merupakan negara yang awalnya terdiri dari banyak Kerajaan. Salah satu buktinya bisa Anda temukan dengan melihat  Peninggalan Sejarah di  Museum Trowulan Mojokerto di Jawa Timur.  Museum Trowulan Mojokerto ini menyimpan banyak sekali  koleksi peninggalan Kerajaan paling lengkap di Indonesia. Nah, apa saja Peninggalan Sejarah yang bisa Anda temukan di Mueum Trowulan Mojokerto? Yuk, kita simak disini.

Profil Museum Trowulan

Museum Trowulan merupakan bukti peninggalan Kerajaan yang ada di Jawa Timur. Museum ini memajang kurang lebih 80.000 koleksi sejarah yang telah ditemukan di Mojokerto bahkan Jawa Timur. Bukan hanya Majapahit, museum yang dikelola oleh Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP3) ini juga menampilkan berbagai koleksi dari berbagai kerajaan yang pernah ada di Jawa Timur. Misalnya masa Kerajaan Kahuripan, Kediri, dan Singhasari.

Sejarah Museum Trowulan

Awal munculnya Museum Trowulan memang berkaitan erat dengan sejarah situs arkeologi Trowulan. Pada abad ke-19, ada seorang gubernur jendral Jawa bernama Sir Thomas Stamford Raffles telah menemukan reruntuhan Candi Kota Tuna yang tersebar sampai beberapa mil di kawasan Trowulan.

Letak benda-benda bersejarah tersebut berada di kawasan jati sehingga rentan terhadap aksi pencurian maupun penjarahan. Oleh karena itu, dibangunlah sebuah gudang tempat penyimpanan sederhana yang pada akhirnya tempat ini berkembang dan berfungsi menjadi Museum, yaitu Museum Triwulan.

Museum Triwulan didirikan oleh seorang arsitek dan arkeolog Belanda bernama Henri Maclaine Pont. Ia dibantu oleh seorang Bupati mojokerto bernama Adipati Ario Kromodjojo Adinegoro.

Koleksi Museum Trowulan

Berbagai benda yang terdapat di Museum Trowulan adalah hasil penemuan peninggalan arkeologi yang telah ditemukan di seluruh Jawa Timur. Koleksi-koleksi yang ditampilkan di museum ini diantaranya ada miniatur/ maket candi, arca, mata uang kuno, guci dari tanah liat, keramik, alat-alat rumah tangga, dan beberapa Patung Hariti. Disini juga ada Pantheon Hindu dengan penempatannya Lingga Yoni di bagian tengah, Siwa di selatan, Durga di utara, Ganesha di barat, dan Mahakala juga Nandiswara di pintu masuk.

Peninggalan Majapahit di Museum Trowulan

Museum Trowulan merupakan tempat penyimpanan situs sejarah Indonesia terlengkap di Indonesia. Sebagian besar benda-benda bersejarah tersebut merupakan barang-barang peninggalan Majapahit yang merupakan Kerajaan terbesar se-Asia Tenggara.   Kerajaan ini berdiri pada tanggal 12 November 1293 dan telah bertahan selama 2 abad. Dari abad ke-13 sampai ke-15.

Selain melihat berbagai barang peninggalan kerajaan Majapahit, Anda juga akan belajar tentang informasi sejarah politik dan ekonomi pada masa Kerajaan Majapahit.

Di halaman Museum Trowulan, ada pohon buah Maja yang adalah asal mula nama Majapahit. Saat itu, Raden Wijaya dan para pengikutnya membabat alas tarik untuk menjadi pemukiman. Para pengikutnya melihat buah yang bernama Maja. Buah itu berbentuk bulat berwarna hijau serta ukurannya sekepalan tangan orang dewasa. Namun ternyata yang mereka makan adalah buah maja yang masih muda sehingga rasanya pahit. Itulah sebabnya kenapa daerah tersebut dinamakan Majapahit.

Fasilitas Museum Trowulan

Museum Trowulan juga menyediakan berbagai fasilitas untuk memudahkan para pengunjungnya. Para pihak pengelola telah melengkapi keterangan singkat di tiap-tiap barang koleksinya dengan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris. Selain itu, juga ada fasilitas musholla, kafetaria, dan toko souvenir.

Hal yang Menarik dari Museum Trowulan

Di Museum Trowulan juga ada beberapa candi yang cukup menarik. Yang pertama adalah candi Tikus. Sebenarnya Candi Tikus merupakan sebuah kolam pemandian berbentuk bujur sangkar yang terbuat dari bata merah. Namun, karena situs ini telah dijadikan sarang tikus, maka akhirnya dinamakan Candi Tikus.

Dan yang kedua adalah sebuah reruntuhan yang bernama Candi Menak Jingga. Bangunan unik yang terbuat dari batu andesit di lapisan luarnya dan bata merah di bagian dalamnya ini terlihat menarik. Karena di bagian atapnya terdapat ukiran mahluk ajaib mitologi China yang bernama Qilin.

Jadwal Buka Museum Trowulan

Museum ini dibuka tiap hari Senin sampai sabtu. Sedangkan kalau hari minggu dan hari besar tutup. Pada hari senin – kamis, museum ini buka dari pukul 07.30 sampai 11.30 WIB. Pada hari sabtu, museum ini dibuka dari pukul 07.30 sampai 13.30 WIB.

Harga tiket masuk Museum Trowulan Mojokerto cukup murah, kok. Untuk pengunjung umum, harga tiketnya adalah 2.500 rupiah/ orang. Untuk anak-anak, pelajar, dan mahasiswa, harga tiketnya adalah 1.500 rupiah/ orang. Sedangkan untuk turis asing, harga tiketnya adalah 5.000/orang.

Jalan Menuju Museum Trowulan

Letak Museum Trowulan ada Jalan Raya Trowulan,  Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Anda bisa berangkat dengan bis dari Terminal Bungurasih Surabaya tujuan Jombang dan berhenti di perempatan Trowulan dan berjalan ke arah selatan sekitar 2 kilometer. Bagi Anda yang dari luar kota, Ada banyak maskapai tujuan Bandara Juanda Surabaya yang menawarkan tiket pesawat promo setiap harinya. Maskapai menuju Surabaya adalah Garuda Indonesia, Batik Air,Lion Air, Citilink, Sriwijaya dan lain-lain.

Traveling sembari  belajar sejarah merupakan kolaburasi liburan yang menyenangkan ketika kamu berkunjung melihat Peninggalan Sejarah di  Museum Trowulan Mojokerto . Liburan ke Museum bersejarah juga baik untuk mengedukasi anak-anak untuk menanamkan kecintaan akan sejarah dan budaya di Indonesia. Rencanakan perjalanan Anda bersama sahabat dan keluarga ke Museum Trowulan Mojokerto. Happy Traveling.