26 Desember 2004, apakah Kamu mengenal tanggal ini? Sejatinya tanggal tersebut merupakah salah satu tonggak sejarah bagi peradaban bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Aceh. Pasalnya pada hari itu, gempang yang berkekuatan dahsyat telah meluluh-lantahkan Aceh. Bahkan akibat gempa itu telah merubah kehidupan sebagian besar masyarakat Aceh. Lalu apa fungsi dari Museum Tsunami ini?

Fungsi Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh - Sebagai Monumen Tsunami di Aceh

Museum Tsunami Aceh ini dibangun di area dengan luas 2.500 m2 dengan total 4 lantai. Bangunan yang begitu megah merupakan hasil rancangan dari putra bangsa, yaitu Ridwal Kamil. Ada 3 fungsi utama dari bangunan hasil karya orang terkemuka Bandung ini, yaitu:

1. Sebagai Monumen Tsunami di Aceh

Fungsi pertama dari museum ini adalah sebagai monumen tsunami aceh yang terjadi pada 15 tahun silam. Melaui museum ini, masyarakat diajak untuk mengenang masa di mana mereka harus kembali menata hidup dan berjuang dengan segenap kemampuan yang ada. Sehingga masyarakat akan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diperoleh hari ini.

2. Sebagai Pusat Pendidikan

Fungsi berikutnya dari museum tsunami Aceh adalah sebagai pusat pendidikan. Di museum ini dengan bangunan 4 lantai ini, pengunjung dapat mengenal kembali sejarah Aceh, khususnya pasca bencana tsunami. Ada beberapa benda yang sengaja dipajang untuk memberikan informasi seputar tragedi 15 tahun silam.

3. Sebagai Tempat Perlindungan

Fungsi ketiga yang tidak kalah penting dari museum ini adalah sebagai tempat perlindungan. Museum Aceh dirancang sedemikian rupa dengan konstruksi yang kokoh, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat perlindungan saat terjadi bencana tsunami kembali.

Baca juga: Yuk, Berlibur ke Aceh Kota Indah di Ujung Sumatera!

Keistimewaan Museum Tsunami

Museum Tsunami Aceh - Keistimewaan Museum Tsunami

Selain dirancang oleh arsitektur bangsa sendiri, museum ini juga memiliki keistemewaan lainnya. Pertama, Musem Tsunami Aceh dibangun dengan meniru konstruksi rumah panggung Aceh. Sehingga bentuk dari bangunan ini memiliki ciri khas yang bengitu kental dengan kebudayaan Aceh. Kedua, museum ini memiliki atap yang berbentuk gelombang air laut. Bentuk ini sengaja dihadirkan untuk mewakilkan betapa dahsyat gelombang tsunami yang menerjang Aceh di masa itu. Ketiga, musem kota Aceh ini didirikan dengan biaya yang tidak sedikit. Tercatat bangunan dengan 4 lantai ini menghabiskan dana lebih kurang 140 M. Fantastis bukan? Namun hal itu sebanding dengan hasil bangunan yang dapat Kamu saksikan hari ini.

Baca juga: Indonesia, Surga Wisata Khatulistiwa

Jam Operasional Musem Tsunami Aceh

Setelah memperhatikan beberapa informasi tadi, maka apakah Kamu teratrik untuk mengunjungi museum ini? Jika iya, maka Kamu wajib mengetahui jam operasional dari Museum Tsunami Aceh ini. Monumen bersejarah ini mulai beroperasi pada pukul 09:00 sampai pukul 16:30 WIB untuk hari Senin-Kamis dan Sabtu. Sementara pada hari Jum’at, museum ini ditutup segala aktivitas. Lalu berapa tiket masuk untuk mengunjungi museum ini?

Tiket Masuk Museum Tsunami

Sebagai salah satu monumen bersejarah dan juga objek wisata yang ada di Aceh, Museum Tsunami ini tidak memungut tiket masuk sedikit pun. Setiap pengunjung yang datang dapat masuk ke museum secara gratis. Akan tetapi tetap saja, sebagi pengunjung yang bijak Kamu harus menjaga ketertiban dan kenyamanan selama berada di dalam museum tersebut.

Bagaimana tertarik untuk mengunjungi Aceh dalam waktu dekat? Jika iya, maka salah satu sarana transportasi yang dapat Kamu gunakan adalah pesawat terbang. Sebagai rekomendasi untuk Kamu bersama keluarga, gunakanlah jasa penerbangan dari Airpaz. Jasa ini akan memberikan pelayan terbaiknya untuk Kamu bersama keluarga. Segera hubungi Airpaz, mana tahu Kamu bisa mendapatkan promo tiket pesawat ke Aceh.

tiket-pesawat-promo-hari-ini

[popup_manager id=”2″]