Angkor Wat: Candi Buddha Kebanggaan Negara Kamboja

Punya rencana untuk pergi berlibur di dekat Indonesia? Maka negara tetangga seperti Kamboja menjadi pilihan menarik untuk dipertimbangkan. Kamboja punya banyak tempat wisata menarik yang tentu tepat untuk dikunjungi selama berada di negara ini. Salah satu tempat wisata yang banyak direkomendasikan adalah Angkor Wat, yang selalu disebut sebagai destinasi wisata wajib dan terbaik di Kamboja.

Angkor Wat

Angkor Wat

Angkor Wat merupakan salah satu kompleks candi di Kamboja, dan saat ini menjadi salah satu objek wisata populer di negara tersebut. Sebagaimana kompleks candi pada umumnya, di sini bisa ditemukan beberapa candi yang tersebar dengan jarak yang tidak berjauhan.

Wisatawan biasanya berkunjung ke berbagai candi di sekitar Angkor Wat. Kamu pun bisa mencoba menikmati keindahan masing-masing candi sekaligus menyimak sejarah berbagai kerajaan di kamboja yang melatarbelakangi pembangunan kompleks candi ini.

UNESCO memasukan candi Angkor Wat ke dalam Situs Warisan Budaya, dan pada tahun 2007 kawasan candi di Utara Kamboja ini menjadi salah satu finalis 7 Keajaiban Dunia.

Lalu, dimana lokasi candi Angkor Wat ini? Dilansir dari berbagai sumber Angkor Wat terletak sekitar 5.5 km di sebelah utara kota Siem Reap. Perjalanan menuju ke kompleks candi ini dibutuhkan waktu sekitar 20-30 menit memakai mobil, motor, maupun tuk-tuk.

Baca Juga: Ikuti 8 Aturan Ini Saat Berkunjung ke Kamboja!

Sejarah Angkor Wat

Sejarah Angkor Wat

Candi Angkor Wat terletak di kawasan percandian Angkor (ibu kota, dulunya menjadi ibu kota Khmer), candi paling selatan di antara candi lain di dalam kompleks percandian Angkor. Proses perancangan dan pembangunan candi dimulai pada paruh pertama di abad ke-12 ketika Raja Suryawarman II berkuasa. Pembangunannya pada masa tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewa Wisnu.

Candi ini sendiri dibangun sebagai candi agung negara yang merupakan milik raja, dan menjadi tanda daerah dimana candi berdiri merupakan ibukota. Prasasti mengenai pembangunan Angkor Wat sampai sekarang belum ditemukan, sehingga belum diketahui nama aslinya apa.

Pembangunan dari candi ini sendiri sepertinya terhenti begitu saja, diperkirakan ketika Raja Suryawarman II wafat. Hal ini terlihat dari sejumlah relief candi yang belum rampung digarap dan seolah-olah ditinggalkan begitu saja. Lalu, 27 tahun setelah kematian Raya Suryawarman II, kawasan candi ini diserang oleh musuh tradisional Khmer yaitu bangsa Champa. Tidak berselang lama kerajaan Khmer kemudian dipulihkan kembali oleh raja Jayavarman VII.

Selama masa pemerintahan raja baru ini dilakukan pembangunan candi baru di Bayon dan membangun ibukota baru bernama Angkor Thom. Bayon sendiri terletak di sebelah utara Angkor Wat.

Meskipun di masa awal pembangunan kompleks candi ini ditujukan untuk agama Hindu, namun sejak abad ke-13 sampai sekarang mengalami perubahan fungsi, yakni menjadi candi agama Buddha Theravada.

Baca Juga: Kuliner Unik Kamboja: 18 Makanan yang Tidak Ditemukan di Indonesia

Makna Angkor Wat

Makna Angkor Wat

Nama Angkor Wat dalam bahasa Khmer memiliki makna “Candi Kota” atau “Kota Candi”. Candi bersejarah ini dibangun pada abad ke-12 oleh Raja Khmer Suryawarman II dan merupakan raja beragama Hindu.

Pada masa awal pembangunannya, Angkor Wat ditujukan sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap Dewa Wisnu. Dalam bahasa Sansekerta sendiri, kata Angkor Wat disebut dengan istilah Warna Wisnuloka yang memiliki arti “Kahyangan Wisnu”.

Baca Juga: Ladang Pembantaian: Angker! Tempat Terjadinya Genosida Penduduk Kamboja

Desain dan Arsitektur Angkor Wat

Desain dan Arsitektur Angkor Wat

Desain dari candi Angkor Wat bisa dikatakan sebagai salah satu jenis candi yang bentuknya mirip dengan candi Prambanan di Indonesia. Dikatakan demikian karena terdapat sejumlah candi-candi kecil dan ramping di sekitar candi utama.

Setiap sudut candi juga terdapat candi-candi dengan desain ramping sekaligus berhiaskan relief. Candi utama diapit oleh beberapa candi berukuran lebih kecil, dan di sekitarnya juga ditemukan candi berukuran lebih kecil lagi.

Bagian tepi candi utama seperti dibatasi oleh pagar berhiaskan relief, dan menjadikan desain fisik Angkor Wat secara keseluruhan lebih menarik dan megah. Candi ini pun terlihat terawat dengan baik. Tidak heran jika menjadi salah satu magnet bagi wisatawan di Kamboja untuk mampir. Apalagi candi Angkor Wat memiliki nilai sejarah tinggi dan dianggap sebagai salah satu candi paling berharga oleh warga Kamboja.

Berbagai sumber juga menyebutkan desain candi Angkor Wat mewakili Gunung Meru yang dalam agama Hindu dan Budha dikenal sebagai tempat atau rumah para dewa. lima menara dari candi ini dimaksudkan untuk menciptakan lima puncak Gunung Meru.

Sementara untuk desain dinding dan parit di sekitar candi merupakan bentuk penghormatan terhadap pegunungan dan juga laut di sekitar Gunung Meru. Gaya arsitektur dalam pembangunan Angkor Wat menggunakan gaya arsitektur khas, yaitu menggunakan batu pasir, alhasil setiap inci dari konstruksi candi menggunakan balok-balok dari batu pasir. Namun siapa sangka dengan pemilihan material ini, maka bangunan candi masih berdiri sampai sekarang termasuk dinding parit setinggi 15 meter.

Lewat gaya arsitekturnya yang khas ini pula bisa dikatakan sebagai alasan kenapa Angkor Wat masuk nominasi 7 Keajaiban Dunia. Sebab memang cukup unik dibandingkan dengan konstruksi dari candi Hindu dan Budha lainnya.

Baca Juga: Transportasi untuk Memudahkan Perjalananmu di Kamboja

Angkor Wat di Masa Sekarang

Angkor Wat di Masa Sekarang

Meskipun pemerintah Kamboja di masa sekarang melakukan berbagai upaya untuk merawat dan menjaga konstruksi Angkor Wat. Namun, bangunan candi bersejarah tinggi ini perlu diakui tidak utuh lagi. Meskipun begitu, keindahannya tetap memanjakan mata dan ditambah dengan daya tariknya sebagai Warisan Budaya sekaligus 7 Keajaiban Dunia.

Sejak tahun 1.800-an kompleks candi Angkor ini memang mulai mengalami kerusakan parah. Kerusakan ini disebabkan dari pertumbuhan kawasan hutan di sekitarnya yang terbilang berlebihan dan gempa bumi maupun perang.

Pada tahun 1970-an terjadi perang saudara yang brutal di Kamboja dan berdampak pula pada candi Angkor Wat. Hanya saja secara ajaib kerusakan ini tidak terlalu signifikan, jika dibandingkan efek gempa bumi di tahun-tahun sebelumnya. Perang saudara ini terjadi ketika rezim Khmer Merah yang dikenal otokratis dan biadab berkuasa di Kamboja. Upaya memperluas wilayah kekuasaan memunculkan perang saudara dengan negara Vietnam.

Terlepas dari efek peperangan yang merusak sebagian kecil dari Angkor Wat, setelahnya memang kondisi cenderung stabil. Candi ini bahkan sampai sekarang dikenal sebagai salah satu situs kebanggaan nasional bangsa Kamboja.

Pada tahun 1992, Angkor Wat dinobatkan oleh UNESCO sebagai salah satu situs Warisan Budaya. Tahun tersebut Angkor Wat hanya dikunjungi sedikit orang, namun sekarang dengan landmark yang dimiliki. Angkor Wat kemudian mampu menampung 500 ribu orang wisatawan bahkan lebih setiap tahunnya. Jadi, jika Kamu memutuskan liburan di Kamboja pastikan memasukan Angkor Wat ke dalam daftar destinasi.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Menarik Wajib Dikunjungi di Kamboja

Dijamin Kamu tidak akan kecewa berkunjung ke Angkor Wat, apalagi disini banyak wisatawan yang berkunjung sehingga dari segi fasilitas pun dijamin memuaskan. Yuk, tunggu apa lagi? Pesan tiket pesawatmu sekarang di Airpaz.com untuk berbagai penawaran menarik!

tiket-pesawat-promo-hari-ini
Share with others