Angkor Wat: Candi Buddha Kebanggaan Negara Kamboja

Berencana buat liburan ke luar negeri? Kalau iya, kamu nggak perlu jauh-jauh ke Eropa atau Amerika sebab negara tetangga kita sebetulnya banyak menyimpan objek wisata yang patut dilirik. Sebut saja Angkor Wat, salah satu destinasi wisata populer di Asia Tenggara yang selalu berhasil memukau wisatawan. Lokasinya berada di Kamboja, lebih tepatnya di sekitar Siem Reap.

Angkor Wat, Wisata Bersejarah di Kamboja

Angkor Wat

Ketika mendengar “Angkor Wat”, mungkin kamu berpikir kalau tempat ini berada di Thailand. Sayangnya tebakanmu salah, karena Angkor Wat hanya bisa kamu temukan di Kamboja. Angkor Wat hanyalah satu dari sekian banyak situs candi di Kamboja dengan sejarah dan budaya yang begitu kental.

Angkor Wat bukanlah situs candi biasa, tempat ini masuk ke dalam kategori peninggalan sejarah paling istimewa yang ada di Asia Tenggara. Seperti kebanyakan kompleks candi pada umumnya, Angkor Wat punya gaya arsitektur yang megah serta luas yang tak main-main. Candi yang dibangun oleh Raja Suryawarman II ini membentang luas kurang lebih 160 hektar.

Didirikan pada era Kerajaan Khmer, candi tersebut adalah bukti betapa majunya peradaban bangsa Khmer pada saat itu. Bayangkan saja, masyarakat Khmer sudah bisa membangun waduk air yang besar serta membuat berbagai macam perencanaan tata kota yang detail di masa itu. Belum lagi desain arsitekturnya yang khas dan menyimpan segudang makna sakral dibaliknya. 

Usianya yang sudah mencapai ratusan tahun tak mengurangi kekokohan dari Angkor Wat. Wajar saja, karena Angkor Wat dibangun dengan perhitungan detail dan konon pembangunannya memakan waktu sampai 30 tahun. Keunikan dan kemegahan Angkor Wat ini bahkan berhasil menarik perhatian masyarakat internasional. Akhirnya, UNESCO ​​resmi menetapkan kompleks candi ini sebagai Warisan Budaya Dunia di tahun 1992.

Baca Juga: Ikuti 8 Aturan Ini Saat Berkunjung ke Kamboja!

Tentang Angkor Wat

tentang Angkor Wat

Angkor Wat merupakan situs candi yang terletak di negara Kamboja dan termasuk salah satu bangunan keagamaan terbesar di dunia. Sebelum menjadi objek wisata candi seperti sekarang, Angkor Wat dulunya berfungsi sebagai kuil umat Hindu sekaligus bentuk persembahan kepada Dewa Wisnu.

Jika diperhatikan lebih dekat, Angkor Wat memiliki lima menara utama yang merepresentasikan puncak Gunung Meru. Bagi umat Hindu, Gunung Meru adalah tempat suci yang menjadi pusat dari seluruh jagat raya. Di mitologi Hindu, Gunung Meru dipercaya sebagai tempat tinggal dari para dewa.

Daya tarik utama dari Angkor Wat tentunya terletak pada motif relief yang terukir indah di hampir seluruh dinding candi. Pahatan-pahatan relief ini ternyata melambangkan dewa-dewa Hindu, kisah Khmer kuno, serta adegan cerita dari Mahabharata dan Ramayana. Tak cuma itu, kamu juga bisa menemukan relief yang menceritakan kisah Samudramanthana.

Sejarah Angkor Wat

sejarah Angkor Wat

Pembangunan Angkor Wat dilakukan pada awal abad ke-12 oleh Raja Suryawarman II yang merupakan penguasa ketiga dinasti Mahidharapura. Tujuan awal pembangunan Angkor Wat adalah sebagai bentuk dedikasi terhadap Dewa Wisnu. Hal ini bertolak belakang dengan raja-raja pendahulunya yang berbakti kepada Dewa Siwa.

Sayangnya, kejayaan Angkor Wat harus menemui titik akhirnya. Pada abad ke-15, penduduk di Kota Angkor perlahan meninggalkan kota tersebut. Bahkan, masyarakat kalangan elit pun juga pergi dari sana. Hal ini berdampak pada Angkor Wat yang menjadi tidak terurus. Melihat kondisi ini, para biksu Buddha akhirnya mengambil alih pengelolaan Angkor Wat dan tetap mempertahankannya sebagai situs keagamaan.

Makna Angkor Wat

Makna Angkor Wat

Monumen keagamaan ini diberi nama Angkor Wat karena didirikan di Kota Angkor yang dulunya merupakan pusat pemerintahan serta tempat tinggal dari bangsa Khmer. Dalam bahasa Khmer, “angkor” berarti kota dan “wat” berarti kuil. Artinya, Angkor Wat memiliki arti sebagai “Kota Kuil”.

Para sejarawan setuju bahwa Wrah Wisnuloka atau Parama Wisnu Loka merupakan nama asli dari Angkor Wat. Konon, istilah ini merupakan gelar yang dianugerahkan secara khusus kepada Raja Suryawarman II. Tujuan pemberian gelar ini adalah untuk mengenang dan mengabadikan kejayaan Raja Suryawarman II selama ia memimpin Kerajaan Khmer.

Desain dan Arsitektur Angkor Wat

Desain dan Arsitektur Angkor Wat

Gaya arsitektur dari candi-candi peninggalan Hindu dan Buddha memang sudah tak diragukan lagi keindahannya, termasuk Angkor Wat. Monumen hasil karya bangsa Khmer ini menggabungkan dua desain arsitektur candi Khmer, yaitu candi gunungan dan candi berserambi.

Bangunan candi utama dikelilingi oleh beberapa candi dengan ukuran yang lebih kecil. Saat menyusuri sudut-sudut candi, kamu akan disambut oleh ukiran relief khas Hindu dan Buddha yang indah. Selain itu, di bagian tepi candi utama terdapat bangunan yang mempunyai desain seperti pagar dengan pahatan relief. “Pagar” ini seakan-akan membatasi candi utama namun juga menambah kemegahan dari Angkor Wat. 

Pada bagian barat Angkor Wat, kamu akan menemukan patung Dewa Wisnu yang besar dengan posisi sedang berbaring. Patung ini ternyata menggantikan objek yang sebelumnya berada di lokasi itu. Objek-objek ini terdiri dari patung silinder dan batu besar yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-11.

Jika diamati lebih dekat, desain dari Angkor Wat lumayan mirip dengan Candi Prambanan yang ada di Indonesia. Hal ini dibuktikan oleh klaim para arkeolog yang menyebut kalau beberapa unsur arsitektur Angkor Wat memang terinspirasi dari Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Angkor Wat Sekarang

angkor wat sekarang

Dari satu kompleks candi saja, begitu banyak cerita dan sejarah yang terdapat di Angkor Wat. Daya tarik inilah yang akhirnya membuat Angkor Wat tidak pernah sepi pengunjung. Dalam dua dekade terakhir, terdapat peningkatan pesat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Angkor Wat.

Pada tahun 2019, terdapat 2,2 juta wisatawan yang datang mengunjungi kompleks candi tersebut. Kondisi ini berimbas pada melonjaknya permintaan air sehingga terjadi penurunan pasokan air yang cukup drastis di area Angkor Wat. Akhirnya, pihak pengelola Angkor Wat melakukan pemulihan sistem air kuno secara besar-besaran. 

Seiring berjalannya waktu, beberapa sisi Angkor Wat mengalami kerusakan karena kondisi geografis. Misalnya di bagian barat laut dan barat daya dari Menara Bakan yang hancur karena akar pohon serta kikisan air hujan. Akhirnya, pengelola Angkor Wat membentuk sebuah tim khusus untuk melakukan restorasi.

Yakin nggak mau ke Angkor Wat? Selain mendapat ilmu baru, kamu juga bisa melihat relief-relief khas Khmer dari dekat lho. Sekarang, pesan tiket pesawat ke Kamboja cuma beberapa menit aja pakai Airpaz.com. Nggak perlu khawatir kehabisan tiket karena prosesnya transaksinya mudah dan cepat. Tunggu apa lagi, yuk segera kunjungi Airpaz.com untuk melihat penawaran spesial lainnya!

tiket-pesawat-promo-hari-ini
Share with us